koagulasi

Pahami Koagulasi dalam Proses Pengolahan Air

Dalam melakukan pengolahan air, Anda mungkin pernah mendengar proses koagulasi. Ini merupakan salah satu langkah penting dalam pengolahan air yang bertujuan untuk menghilangkan kontaminan dan menciptakan air yang aman untuk dikonsumsi serta digunakan dalam kegiatan sehari-hari. 

Dalam blog ini, kita akan menjelajahi konsep koagulasi dalam pengolahan air, proses-proses yang terlibat, serta pentingnya dalam menyediakan air bersih.

Apa itu Koagulasi?

Koagulasi adalah metode yang memanfaatkan reaksi kimia untuk membersihkan air dari kotoran, seperti lumpur, mikroorganisme, dan zat pencemar lainnya. Tujuan utama dari proses koagulasi adalah untuk membantu partikel-partikel kecil ini bergabung membentuk flok yang lebih besar, yang kemudian dapat dengan mudah diendapkan atau dihilangkan dari air.

Bagaimana Proses Koagulasi Bekerja?

Proses ini dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

1. Penambahan Koagulan

Langkah pertama dalam proses koagulasi adalah penambahan koagulan ke dalam air mentah yang akan diolah. Koagulan seperti aluminium sulfat (Alum) ditambahkan ke dalam tangki pengaduk atau saluran air. Koagulan ini berfungsi sebagai agen pengikat yang membantu menggumpalkan kontaminan dalam air.

Dosis koagulan yang digunakan tergantung pada jenis dan tingkat pencemaran air.

2. Pembentukan Flok

Setelah koagulan ditambahkan, terjadi reaksi kimia antara koagulan dan kontaminan yang terlarut dalam air. Proses ini menghasilkan pembentukan flok-flok. 

Flok merupakan gumpalan besar partikel-partikel kecil dan zat-zat organik yang ada dalam air. Pembentukan flok ini sering kali dibantu oleh proses flokulasi, di mana air diaduk secara perlahan untuk mempromosikan penggumpalan yang efisien.

3. Pengendapan

Setelah flok-flok terbentuk, air yang mengandung flok-flok tersebut dialirkan ke dalam bak pengendap. Di sini, air dibiarkan diam untuk jangka waktu tertentu (hal ini memungkinkan flok-flok yang besar dan berat mengendap ke bagian bawah bak). Proses tersebut disebut pengendapan dan hasilnya adalah air yang lebih jernih di bagian atas bak.

4. Pemisahan Flok

Langkah terakhir dalam proses ini adalah penyaringan. Air yang telah mengalami pengendapan kemudian dialirkan melalui berbagai media penyaringan seperti pasir, karbon aktif, atau kertas saring untuk menghilangkan flok-flok yang tersisa dan memperbaiki kejernihan air.

5 Contoh Proses Koagulasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut adalah beberapa contoh proses koagulasi yang mungkin dapat Anda temukan sehari-hari

1. Pengolahan Air Minum

Koagulan ditambahkan ke dalam air untuk menghilangkan kekeruhan, bakteri, dan zat organik. Setelah partikel tersebut menggumpal, flok akan dipisahkan dari air. 

Oleh karena itu, proses ini merupakan salah satu tahap penting dalam pengolahan air minum

Baca Juga: Jamin Kualitas Air Dengan Water Treatment Chemical Yang Tepat

2. Pengolahan Air Limbah

Proses ini juga digunakan dalam pengolahan air limbah untuk menghilangkan padatan tersuspensi, minyak dan lemak, dan zat pencemar lainnya. Flok yang terbentuk kemudian dipisahkan dari air dengan cara penyaringan atau sedimentasi.

3.  Pembuatan Lateks

Lateks adalah koloid alami yang diperoleh dari pohon karet. Lateks mengandung partikel-partikel karet yang sangat kecil yang tersuspensi dalam air. Untuk mendapatkan karet, lateks dikoagulasi dengan asam asetat atau asam formiat. Flok yang terbentuk kemudian dipisahkan dari air dan dikeringkan untuk menghasilkan karet.

4. Pengolahan Minyak Goreng Bekas

Pada pengolahan minyak goreng bekas, tawas atau PAC ditambahkan ke dalam minyak goreng bekas untuk menghilangkan kotoran dan bau. Koagulan ini akan menetralisir muatan partikel koloid dalam minyak goreng bekas, sehingga partikel-partikel tersebut akan saling tarik menarik dan bergabung menjadi flok. Flok-flok ini kemudian dipisahkan dari minyak goreng bekas dengan cara penyaringan.

5.  Pembuatan Cat dan Tinta

Koagulan digunakan dalam pembuatan cat dan tinta untuk mengontrol kekentalan dan kestabilan produk serta mencegah terjadinya penggumpalan partikel pigmen.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Koagulasi

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitasnya, antara lain:

  • Jenis Koagulan: Jenis koagulan yang digunakan akan memengaruhi efektivitas proses koagulasi.
  • Dosis Koagulan: Dosis koagulan yang tepat harus ditentukan untuk mencapai hasil yang optimal.
  • pH: Nilai pH air yang diolah harus sesuai dengan koagulan yang digunakan.
  • Suhu: Suhu air yang diolah juga dapat memengaruhi proses koagulasi.
  • Waktu Pengadukan: Waktu pengadukan yang tepat diperlukan untuk memastikan flok yang terbentuk optimal.

Koagulasi adalah proses yang penting dalam pengolahan air untuk menghilangkan berbagai macam zat pencemar. Dengan proses ini, air yang keruh dan tercemar dapat diubah menjadi air yang jernih dan aman untuk dikonsumsi.

Reference:

water treatment chemical

Jamin Kualitas Air dengan Water Treatment Chemical yang Tepat

Pengolahan air adalah salah satu aspek penting dalam upaya menjaga lingkungan yang sehat dan memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat. Di balik proses yang kompleks ini, terdapat serangkaian teknologi dan bahan kimia (water treatment chemical) yang memainkan peran vital dalam mengolah air limbah menjadi air minum yang aman dan bersih.

Dalam blog ini, kita akan menjelajahi peran penting bahan kimia dalam pengolahan air.

Apa itu Water Treatment Chemical?

Water treatment chemical adalah zat-zat yang ditambahkan ke dalam air untuk memodifikasi sifat fisik, kimia, dan biologi air. Tujuannya adalah untuk mencapai kualitas air yang diinginkan, baik untuk keperluan minum, industri, maupun keperluan lainnya.

Bahan kimia ini membantu membersihkan air dari kontaminan seperti kotoran, bakteri, virus, dan logam berat, serta meningkatkan kualitas air agar aman dan layak digunakan.

Jenis-Jenis Water Treatment Chemical?

Terdapat berbagai jenis bahan kimia pengolahan air, dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Berikut adalah beberapa jenis bahan kimia yang umum digunakan:

1. Koagulan dan Flokulan

  • Koagulan: Berfungsi untuk menggumpalkan partikel kecil yang tersuspensi dalam air sehingga mudah dipisahkan pada tahap selanjutnya. Contoh koagulan yang umum digunakan adalah tawas (aluminium sulfat), PAC (polyaluminium chloride), dan ACH (aluminium chlorohydrate)
  • Flokulan: Berfungsi untuk memperbesar flok (gumpalan) yang terbentuk dari proses koagulasi agar mudah diendapkan atau disaring. Contoh flokulan yang umum digunakan adalah polimer.

Baca Juga: Pahami Koagulasi dalam Proses Pengolahan Air

2. Disinfektan

Disinfektan berfungsi untuk membunuh mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri, virus, dan parasit. Berikut adalah beberapa contoh disinfektan yang sering digunakan:

  • Klorin: Desinfektan paling umum yang digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme.
  • Klorin Dioksida: Memiliki kekuatan oksidasi lebih kuat daripada klorin, bahan ini dapat menghilangkan segala jenis bakteri patogen dan mencegah pertumbuhan lumut dan ganggang.
  • Sodium/Calcium Hypo-chlorite: Senyawa yang mengandung klorin yang tersedia dalam bentuk larutan atau bubuk. Efektif membunuh bakteri, virus, dan jamur.
  • SDIC 60%: Larutan natrium dikloroisocyanurate yang mengandung 60% klorin yang tersedia. SDIC 60% digunakan untuk desinfeksi air minum, air kolam renang, dan air limbah.
  • TCCA 90%: Trikloro-s-triazinetriona yang mengandung 90% klorin. TCCA 90% bekerja dengan cara melepaskan klorin yang membunuh bakteri dan mikroorganisme.
  • H2O2: Desinfektan yang bekerja dengan cara mengoksidasi bahan organik dan membunuh mikroorganisme. H2O2 aman untuk digunakan dan tidak menghasilkan residu berbahaya.

3.  Penjernih

  • Karbon aktif: Menyerap bau, rasa, dan warna yang tidak diinginkan dari air.
  • Resin penukar ion: Mengganti ion-ion yang tidak diinginkan dalam air dengan ion yang lebih aman.
  • Pasir silika: Media penyaring yang digunakan untuk menyaring partikel-partikel yang tersuspensi dalam air.

Baca Juga: 5 Kegunaan Pasir Silika Yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

4. Pengatur pH

Bahan kimia ini membantu menyeimbangkan pH air sehingga sesuai dengan standar kesehatan. Contoh pengatur pH yang umum digunakan adalah kapur dan soda api.

5. Antiscalant

Antiscalant adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terbentuknya kerak pada permukaan logam. Kerak dapat terbentuk akibat pengendapan garam dan mineral dalam air. Antiscalant bekerja dengan cara mengikat garam dan mineral tersebut dan mencegahnya menempel pada permukaan logam.

6. Corrosion Inhibitors

Corrosion inhibitors adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah korosi pada logam. Korosi dapat terjadi akibat kontak logam dengan air, udara, dan bahan kimia lainnya. Corrosion inhibitors bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam atau dengan mengikat ion-ion yang dapat menyebabkan korosi.

Manfaat Penggunaan Water Treatment Chemical

Penggunaan water treatment chemical atau bahan kimia pengolahan air memiliki banyak manfaat dalam berbagai sektor, baik untuk industri, rumah tangga, maupun kesehatan. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Memastikan Kualitas Air yang Aman dan Sehat

Water treatment chemical membantu menghilangkan kontaminan berbahaya dari air, seperti bakteri, virus, parasit, logam berat, dan bahan kimia organik. Hal ini memastikan air yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan digunakan dalam berbagai keperluan, seperti mandi, mencuci, dan memasak.

2. Meningkatkan Efisiensi dan Keawetan Sistem Pengolahan Air

Penggunaan bahan kimia yang tepat dapat membantu menjaga sistem pengolahan air agar bekerja dengan efisien dan optimal. Bahan kimia ini dapat mencegah pembentukan kerak, karat, dan lendir pada pipa dan peralatan pengolahan air sehingga memperpanjang usia pakainya.

3. Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Pengolahan air limbah dengan water treatment chemical membantu mengurangi pencemaran air dan tanah. Bahan kimia ini dapat membantu mendegradasi bahan pencemar dan menghilangkan mikroorganisme berbahaya dari air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

4. Menghemat Biaya

Penggunaan water treatment chemical dapat membantu menghemat biaya dalam jangka panjang. Hal ini karena bahan kimia ini membantu mencegah kerusakan peralatan pengolahan air, mengurangi penggunaan air, dan meningkatkan efisiensi energi.

Pentingnya Penggunaan Kimia Pengolahan Air yang Tepat

Meskipun kimia pengolahan air memiliki banyak manfaat, penting untuk menggunakannya dengan tepat. Penggunaan kimia yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan ahli untuk menentukan jenis dan dosis kimia yang tepat untuk digunakan.

Lautan Air Indonesia menyediakan berbagai jenis water treatment chemical. Sebelum menentukan mana yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan tim kami terlebih dahulu.

water treatment

Water Treatment: Mengapa Penting dan 5 Metode Melakukannya

Air adalah sumber kehidupan. Namun, untuk benar-benar layak dikonsumsi dan dimanfaatkan manusia, air perlu melalui proses pengolahan yang cermat. Inilah yang disebut dengan water treatment atau pengolahan air.

Pengolahan air (water treatment) berperan vital dalam memastikan air yang kita gunakan untuk minum, mandi, bercocok tanam, dan berbagai kebutuhan lainnya aman dan sehat. 

Simak artikel ini lebih lanjut untuk memahami kenapa pengolahan air penting dan bagaimana proses melakukannya.

Apa itu Water Treatment?

Water treatment adalah proses pengolahan air untuk meningkatkan kualitas air agar dapat digunakan untuk berbagai keperluan tertentu. Proses ini dapat digunakan untuk berbagai sumber air atau air baku (raw water), seperti:

  • Air Permukaan: Terdiri dari sungai, waduk, dan danau. Biasanya mengandung banyak polutan seperti bakteri, parasit, sedimen, dan bahan kimia.
  • Air Tanah: Berasal dari bawah tanah dan umumnya lebih bersih daripada air permukaan. Namun, tetap bisa mengandung mineral terlarut, arsenik, dan nitrat.
  • Air Limbah: Merupakan air bekas penggunaan dari rumah tangga, industri, dan pertanian. Memerlukan pengolahan khusus untuk mengurangi kontaminasi organik, nutrisi, dan logam berat.
  • Air Laut: Digunakan untuk desalinasi menjadi air tawar bagi daerah dengan sumber air tawar yang terbatas. Prosesnya memerlukan energi yang besar.

Mengapa Pengolahan Air Penting?

Mengonsumsi air yang tidak diolah dapat berakibat fatal. Kontaminasi mikrobiologis dapat menyebabkan penyakit diare, kolera, dan tifus. Zat kimia berbahaya seperti arsenik dan nitrat bisa memicu kanker dan gangguan kesehatan lainnya.

Selain itu, air yang keruh dan mengandung mineral berlebih dapat mengganggu estetika dan merusak peralatan. Water treatment juga berguna untuk mengolah air limbah menjadi lebih aman sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. 

Pengolahan air menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Air yang layak minum dan bersih menjadi kebutuhan dasar setiap manusia.

Bagaimana Proses/Metode Water Treatment?

Metode pengolahan air bervariasi tergantung pada jenis air dan tingkat kekotorannya. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, berikut adalah beberapa metode utama yang digunakan untuk water treatment.

1. Koagulasi

Koagulasi adalah proses penambahan bahan kimia (koagulan) ke dalam air untuk menetralkan muatan partikel koloid yang kecil dan terdispersi. Koagulan seperti tawas, alumunium sulfat, dan poly aluminium chloride (PAC) akan mengikat partikel koloid, menyebabkannya menggumpal menjadi gumpalan (flok) yang lebih besar.

2. Flokulasi

Flokulasi adalah tahap selanjutnya di mana gumpalan-gumpalan kecil yang terbentuk pada tahap koagulasi diperkuat. Pengadukan lambat dan gentle akan membantu gumpalan-gumpalan tersebut saling bersentuhan dan bergabung, menghasilkan flok yang lebih besar dan lebih mudah diendapkan.

Dalam tahap ini, Anda juga dapat menambahkan flokulan untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan air. Terdapat tiga jenis flokulan utama, yaitu anionik, kationik, dan non-ionic.

Baca juga: Jamin Kualitas Air Dengan Water Treatment Chemical Yang Tepat

3. Sedimentasi

Pada tahap sedimentasi, flok yang telah terbentuk dibiarkan mengendap di dasar bak pengendapan. Gaya gravitasi akan menarik flok ke bawah sehingga air yang jernih dan bebas flok akan berada di bagian atas.

4. Filtrasi

Filtrasi merupakan proses penyaringan air yang telah diendapkan untuk menghilangkan sisa-sisa flok dan partikel lainnya. Air dialirkan melalui media filter seperti pasir, karbon aktif, dan membran dengan pori-pori yang berbeda untuk menangkap partikel yang lebih kecil.

5. Disinfeksi

Disinfeksi adalah tahap terakhir dalam pengolahan air untuk membunuh mikroorganisme berbahaya seperti bakteri dan virus. Bahan kimia seperti klorin, calcium hypochlorite, dan sinar ultraviolet digunakan untuk memastikan air bebas dari patogen dan aman untuk dikonsumsi.

Proses pengolahan air dapat bervariasi tergantung pada kualitas air baku dan kualitas air yang diinginkan. Misalnya, air yang akan digunakan untuk air minum memerlukan proses pengolahan yang lebih ketat dari umumnya.

PT Lautan Air Indonesia merupakan perusahaan dengan pengalaman 30 tahun di bidang pengolahan air, hadir untuk memberikan solusi inovatif, canggih, dan andal bagi kebutuhan air Anda. Didukung oleh tenaga ahli dan tim berpengalaman, kami menawarkan pengolahan air yang dipersonalisasi.

Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan konsultasi gratis dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

pacinesia ceremony

Unveiling Tomorrow: Pacinesia’s Groundbreaking Ceremony Marks a Vision in Motion

Unveiling Tomorrow: Pacinesia’s Groundbreaking Ceremony Marks a Vision in Motion

On October 12th, 2023, a momentous event unfolded—a date etched in the annals of progress as Pacinesia proudly hosted its Groundbreaking Ceremony. Steeped in tradition and symbolic significance across cultures, this ceremony marked the genesis of an ambitious venture—an endeavor set to redefine the very landscape it inhabits.

The air hummed with anticipation, charged with the promise of what was to come. As shovels turned earth, it wasn’t merely soil being upturned; it was the birth of an aspiration, a testament to unwavering dedication, and a heralding of transformative change.

The significance of a groundbreaking ceremony transcends the physical act of construction. It serves as a beacon of hope, a symbol of unity, and a rallying call to the collective spirit. It’s a testament to the synergy between vision and action, where dreams crystallize into tangible realities.

PAcinesia’s groundbreaking wasn’t just about laying bricks; it was about setting the cornerstone for innovation, ingenuity, and progress. It signified the birth of a space where ideas converge, where boundaries are pushed, and where the future is shaped.

Beyond the ceremonial rituals and dignitaries’ speeches lies the heartbeat of this moment—a community coming together in celebration of potential and promise. It’s a testament to the collaborations that will blossom within those walls, the talents that will converge, and the advancements that will spring forth.

At its core, this ceremony encapsulates the spirit of forward momentum—a catalyst for change that reverberates far beyond the confines of construction sites. It’s a reaffirmation that the journey toward progress isn’t solitary; it’s a shared odyssey where each stakeholder plays a role in sculpting the narrative of success.

Pacinesia’s Groundbreaking Ceremony stands as a testament to courage—the courage to dream audaciously, to dare greatly, and to invest in a future defined not by limits, but by boundless possibilities.

bukber

BUKBER Berbagi Dalam Kebersamaan

Acara Buka Puasa Bersama Karyawan PT. Pacinesia Chemical Industry Dengan Tema
“Berbagi Dalam Kebersamaan”
24 Mei 2019

Selain mengadakan acara buka puasa bersama karyawan, PT. Pacinesia Chemical Industry ingin berbagi kepada masyarakat sekitar pabrik lewat pemberian santunan pada anak yatim pada tanggal 24 Mei 2019 dan pemberian bingkisan kepada warga sehari sebelumnya tanggal 23 Mei 2019.
Acara yang di hadiri oleh Direktur dan jajaran manajemen PT. Pacinesia Chemical Industry ini juga diisi dengan pembagian parcell untuk karyawan dan pembagian hadiah bagi pemenang
Quality Control Circle (QCC) batch kedua