Deaeration pada Boiler: Tujuan, Jenis, dan Masalah Umum

Deaeration in Boilers

Deaeration pada boiler merupakan salah satu proses paling krusial dalam menjaga efisiensi sistem dan mencegah kerusakan jangka panjang. Tanpa deaeration yang optimal, gas terlarut seperti oksigen dan karbon dioksida akan tetap berada di dalam feedwater, yang dapat menyebabkan korosi, penurunan heat transfer, hingga kerusakan equipment yang mahal. Dalam banyak operasional industri, masalah ini tidak langsung terlihat. Namun ketika sudah terjadi, dampaknya sering kali sulit dan mahal untuk diperbaiki.

Karena itu, memahami cara kerja deaeration, memilih sistem yang tepat, serta mengetahui cara menangani masalah yang umum terjadi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga operasional boiler tetap stabil dan efisien.

Tujuan Deaeration pada Boiler

Tujuan utama dari deaeration pada boiler adalah menghilangkan gas terlarut, terutama oksigen dan karbon dioksida, dari boiler feedwater sebelum masuk ke dalam sistem.

Oksigen bersifat sangat reaktif dan dapat menyebabkan pitting corrosion bahkan dalam konsentrasi yang sangat kecil. Sementara itu, karbon dioksida akan larut dalam air dan membentuk carbonic acid, yang menurunkan pH dan mempercepat korosi pada jalur condensate return. Jika gas-gas ini tidak dihilangkan dengan baik, maka akan terus menyerang permukaan logam dan memperpendek umur peralatan.

Dengan penerapan deaeration yang efektif, industri dapat:

  • Mencegah korosi pada boiler dan sistem perpipaan
  • Menjaga efisiensi heat transfer
  • Mengurangi konsumsi chemical
  • Memperpanjang umur equipment
  • Menjaga operasional lebih stabil dan andal

Dalam praktiknya, deaeration bukan hanya langkah proteksi, tetapi juga faktor penting dalam mengendalikan biaya operasional.

Jenis Deaerator pada Sistem Boiler

Untuk mencapai deaeration yang efektif, desain sistem harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Secara umum, terdapat dua jenis deaerator yang paling sering digunakan.

1. Tray Type Deaerator

Tray type deaerator menggunakan beberapa tray berlubang untuk memaksimalkan kontak antara steam dan air. Feedwater mengalir turun melewati tray, sementara steam naik dari bawah, memanaskan air hingga mencapai suhu saturasi dan melepaskan gas terlarut.

Jenis ini banyak digunakan pada sistem boiler skala menengah hingga besar karena performanya stabil dan efisien, terutama saat terjadi perubahan beban. Agar tetap optimal, tray harus dijaga tetap bersih dari fouling karena deposit dapat mengurangi efektivitas kontak.

2. Spray Type Deaerator

Spray type deaerator bekerja dengan menyemprotkan air menjadi butiran halus menggunakan nozzle. Hal ini meningkatkan luas permukaan sehingga proses pemanasan dan pelepasan gas berlangsung lebih cepat saat kontak dengan steam.

Sistem ini lebih compact dan cocok untuk aplikasi dengan keterbatasan ruang atau kapasitas lebih kecil. Namun, performanya sangat bergantung pada kondisi nozzle, sehingga inspeksi rutin diperlukan untuk memastikan distribusi semprotan tetap merata.

Baca Juga: Pentingnya Condensate Treatment untuk Operasi Boiler yang Andal

Masalah Umum pada Deaeration di Boiler

Dalam operasional sehari-hari, masalah pada deaeration di boiler biasanya muncul dalam bentuk gejala kecil. Namun jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas ke seluruh sistem.

1. Oksigen Masih Terdeteksi di Feedwater

Salah satu masalah paling umum adalah masih ditemukannya oksigen di dalam feedwater setelah proses deaeration. Hal ini biasanya terjadi karena suhu tidak mencapai kondisi saturasi, suplai steam tidak stabil, atau sistem venting tidak bekerja dengan baik dalam melepaskan gas. 

Untuk mengatasinya, operator perlu memastikan deaerator bekerja pada suhu yang tepat, didukung oleh suplai steam yang stabil, serta pengaturan vent yang cukup untuk membuang non condensable gases tanpa hambatan.

2. Korosi Masih Terjadi

Jika korosi masih muncul pada pipa atau bagian boiler, ini menjadi indikasi bahwa proses deaeration belum berjalan optimal. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh masih adanya oksigen tersisa yang tidak ditangani dengan chemical treatment yang tepat. 

Solusinya adalah meningkatkan performa deaeration sekaligus mengaplikasikan oxygen scavenger yang sesuai, sehingga sisa oksigen dapat dihilangkan sebelum menimbulkan kerusakan.

3. Kehilangan Steam dari Vent Terlalu Tinggi

Steam yang keluar berlebihan dari vent deaerator sering dianggap normal, padahal hal ini menunjukkan inefisiensi. Biasanya terjadi karena bukaan vent terlalu besar, sehingga banyak steam terbuang tanpa meningkatkan efektivitas penghilangan gas. 

Penanganannya adalah dengan mengatur vent secara optimal, sehingga tetap mampu membuang gas dengan efektif tanpa menyebabkan kehilangan energi yang berlebihan.

Baca Juga: Pengolahan Air Boiler: Mengapa Penting dan Langkah-Langkah Utama untuk Memprosesnya

4. Suhu Deaerator Tidak Stabil

Suhu deaerator yang naik turun dapat menurunkan efektivitas penghilangan gas secara signifikan. Hal ini biasanya disebabkan oleh fluktuasi tekanan steam atau sistem kontrol yang tidak mampu menjaga kondisi tetap stabil. 

Untuk mengatasinya, perlu dilakukan stabilisasi suplai steam serta memastikan control valve dan instrumen bekerja dengan baik, sehingga suhu dapat dijaga konsisten pada kondisi yang dibutuhkan.

5. Deaerator Cepat Kotor

Jika tray atau nozzle sering kotor atau tersumbat, penyebab utamanya biasanya berasal dari kualitas air yang kurang baik. Suspended solids atau hardness yang tidak tertangani dari proses upstream akan menumpuk di dalam deaerator dan menurunkan performa. 

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan meningkatkan kualitas pre-treatment seperti filtrasi atau softening, serta melakukan pembersihan secara rutin agar deaerator tetap bekerja optimal.

Optimasi Deaeration dengan Dukungan yang Tepat

Deaeration pada boiler tidak hanya bergantung pada equipment, tetapi juga pada bagaimana sistem tersebut dioperasikan dan didukung. Performa mekanis, chemical treatment, dan kontrol operasional harus berjalan secara terintegrasi untuk menghasilkan hasil yang konsisten.

Dalam banyak kasus, masalah seperti korosi, suhu tidak stabil, atau tingginya kadar oksigen bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi dari beberapa celah dalam sistem.

PT Lautan Air Indonesia mendukung industri dalam mengidentifikasi celah tersebut melalui evaluasi sistem secara menyeluruh, yang kemudian dilanjutkan dengan solusi yang disesuaikan, mulai dari program chemical, monitoring performa, hingga pendampingan operasional.

Jika sistem boiler Anda masih mengalami masalah oksigen, korosi, atau performa yang tidak stabil, ini bisa menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi kembali sistem deaeration yang digunakan. Dengan partner yang tepat, masalah tidak hanya diselesaikan, tetapi juga dapat dicegah agar tidak terulang kembali.

Hubungi tim Lautan Air Indonesia untuk membahas masalah boiler Anda.

Bagikan postingan ini: