Cara Mengendalikan Korosi pada Boiler Pabrik Kelapa Sawit (Penyebab dan Pencegahan)

corrosion in palm oil boiler

Korosi boiler pabrik kelapa sawit (palm oil boiler corrosion) dapat menurunkan efisiensi boiler, merusak pipa, meningkatkan kebutuhan maintenance, dan pada akhirnya menyebabkan shutdown yang tidak direncanakan. Pada pabrik kelapa sawit, korosi dapat terjadi ketika kualitas air boiler tidak dikendalikan dengan baik, terutama ketika kadar oksigen terlarut, pH, hardness, silika, klorida, dan mineral terlarut lainnya berada di luar batas operasi yang sesuai.

Kabar baiknya, korosi dapat dikendalikan melalui kombinasi pengolahan air umpan yang tepat, pengendalian kualitas air boiler, pengaturan blowdown, monitoring rutin, dan inspeksi berkala. Sebuah studi tahun 2022 mengenai kualitas air boiler di sejumlah pabrik kelapa sawit di Malaysia juga menekankan pentingnya memantau parameter seperti pH, hardness, TDS, iron, alkalinity, silika, sulphite, phosphate, chloride, dan cycle of concentration.

Apa yang Menyebabkan Korosi pada Boiler Pabrik Kelapa Sawit?

Korosi biasanya tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Korosi dapat berkembang ketika kualitas air, deposit, kondisi operasi, dan praktik pengolahan air tidak dikendalikan dengan baik.

1. Dissolved Oxygen

Oksigen dalam feedwater boiler dapat mempercepat oksidasi permukaan baja. Jika proses deaerasi dan penghilangan oksigen (oxygen scavenging) tidak memadai, oksigen terlarut dapat menyebabkan korosi pada pipa boiler dan komponen logam lainnya.

Penelitian terkini mengenai peralatan pembangkit uap telah mengidentifikasi oksigen terlarut sebagai penyebab langsung korosi pada pipa, terutama ketika program pengolahan air umpan dan penghambat korosi tidak memadai.

2. pH yang Tidak Sesuai

Air boiler perlu dijaga dalam rentang alkalinitas yang tepat untuk mengurangi risiko korosi. Namun, sekadar meningkatkan alkalinitas tidak selalu menjadi solusinya.

Konsentrasi kaustik yang berlebihan dapat menimbulkan kondisi korosif setempat, sementara alkalinitas yang tidak memadai juga dapat mengganggu pengendalian korosi. Penelitian mengenai kegagalan pipa boiler menunjukkan bahwa konsentrasi kaustik dan kimia fosfat perlu dikelola secara cermat guna mencegah korosi kaustik maupun korosi di bawah endapan (under-deposit corrosion).

3. Hardness dan Deposit Mineral

Kalsium dan magnesium yang masuk ke dalam boiler dapat membentuk deposit ketika konsentrasinya meningkat akibat proses penguapan. Deposit tersebut dapat mengurangi perpindahan panas dan menciptakan kondisi yang mendukung terjadinya under-deposit corrosion.

Studi mengenai boiler di pabrik kelapa sawit menunjukkan bahwa hardness, silika, TDS, dan beberapa parameter mineral lainnya merupakan bagian penting dalam pengelolaan kualitas air boiler.

4. TDS Tinggi dan Pengaturan Blowdown yang Kurang Tepat

Ketika air berubah menjadi steam, sebagian besar padatan terlarut tetap berada di dalam boiler. Jika blowdown tidak dilakukan secara tepat, konsentrasi dissolved solids dapat terus meningkat dan berkontribusi terhadap risiko scaling, foaming, dan korosi.

Karena itu, blowdown sebaiknya dikendalikan berdasarkan kondisi aktual kualitas air boiler, bukan hanya dilakukan sebagai rutinitas tanpa mempertimbangkan parameter operasional.

5. Abu Biomassa dan Korosi pada Sisi Pembakaran

Pabrik kelapa sawit umumnya menggunakan biomassa, seperti serat dan cangkang kelapa sawit, sebagai bahan bakar boiler. Abu yang dihasilkan dapat mengandung komponen alkali dan komponen anorganik lainnya yang berkontribusi terhadap pembentukan kerak (fouling) dan korosi suhu tinggi pada permukaan boiler.

Sebuah tinjauan terkini mengenai boiler berbahan bakar biomassa menemukan bahwa garam alkali dan komponen abu lainnya dapat menyebabkan terbentuknya endapan serta korosi suhu tinggi, yang pada akhirnya menurunkan efisiensi dan masa pakai boiler.

Baca Juga: Palm Oil Boiler Water Treatment: Panduan Praktis

Bagaimana Mencegah Korosi pada Boiler Pabrik Kelapa Sawit?

Pencegahan korosi yang efektif perlu mencakup kualitas air di sisi water-side maupun kondisi pada sisi pembakaran. Beberapa langkah berikut dapat membantu pabrik menjaga operasi boiler tetap stabil.

1. Tingkatkan Kualitas Air Umpan

Mulailah dari air yang masuk ke dalam boiler.

Tergantung pada karakteristik sumber air dan kebutuhan boiler, pengolahan dapat mencakup:

  • Klarifikasi dan filtrasi
  • Water softener
  • Demineralisasi
  • Reverse osmosis
  • Deaerator
  • Oxygen scavenging

Tujuannya adalah mengurangi hardness, dissolved solids, silika, dan kontaminan yang berpotensi menyebabkan korosi sebelum air masuk ke dalam boiler.

Penelitian pada boiler pabrik kelapa sawit juga menunjukkan pentingnya pengolahan air umpan untuk mengurangi kandungan mineral sebelum air digunakan dalam sistem boiler.

2. Jaga Kualitas Air Boiler

Kualitas air boiler perlu dipantau secara konsisten, bukan hanya diperiksa ketika korosi atau scaling sudah terlihat.

Parameter yang dapat dipantau meliputi:

  • pH
  • TDS
  • Conductivity
  • Total hardness
  • Silika
  • Chloride
  • Phosphate
  • Sulphite atau residual oxygen scavenger
  • Iron
  • Alkalinity

Batas kendali yang tepat bergantung pada desain boiler, tekanan, kualitas feedwater, dan program pengolahan, sehingga target harus ditetapkan berdasarkan sistem yang spesifik.

3. Kendalikan Dissolved Oxygen

Deaerator dapat membantu menghilangkan gas terlarut dari air umpan boiler, sedangkan oxygen scavenger dapat digunakan untuk menangani oksigen yang masih tersisa.

Pengolahan ini perlu dipantau secara rutin dan tidak hanya mengandalkan dosis chemical yang tetap. Perubahan pada makeup water, condensate return, beban operasi, dan performa deaerator dapat memengaruhi kadar oksigen di dalam sistem.

4. Optimalkan Chemical Treatment

Chemical treatment perlu dirancang berdasarkan kondisi aktual kualitas air dan parameter operasi boiler.

Tergantung pada sistemnya, program treatment dapat mencakup phosphate, pengaturan alkalinitas, oxygen scavenger, dispersant, maupun boiler water treatment chemicals lainnya.

Penggunaan chemical dalam jumlah lebih banyak tidak selalu berarti perlindungan yang lebih baik. Alkalinitas yang terlalu tinggi, misalnya, pada kondisi tertentu justru dapat meningkatkan risiko caustic corrosion. Karena itu, dosis chemical perlu dikontrol berdasarkan hasil monitoring dan kondisi sistem.

5. Kelola Blowdown dengan Tepat

Blowdown membuang padatan terlarut yang terkonsentrasi dari boiler.

Tujuannya adalah menjaga kondisi kimia air boiler tetap dalam batas yang dipersyaratkan sekaligus menghindari kehilangan air dan bahan kimia yang tidak perlu. Pemantauan konduktivitas atau TDS dapat membantu operator menentukan kapan pengaturan *blowdown* perlu dilakukan.

6. Pantau Deposit dan Tren Korosi

Analisis kualitas air sebaiknya dilakukan bersama dengan inspeksi fisik boiler.

Operator perlu memperhatikan:

  • Penipisan tube
  • Pitting
  • Deposit atau oksida
  • Korosi lokal
  • Deposit kerak
  • Peningkatan kadar iron dalam air boiler
  • Kebocoran pipa yang berulang
  • Perubahan efisiensi boiler

Monitoring tren kualitas air dan kondisi fisik boiler dapat membantu mengidentifikasi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Baca Juga: Apa Itu POME dan Mengapa Perlu Diolah?

Pendekatan yang Lebih Praktis untuk Mengendalikan Korosi Boiler

Pencegahan korosi boiler pabrik kelapa sawit (palm oil boiler corrosion) akan lebih efektif jika pengolahan air, chemical dosing, monitoring, dan operasi boiler dikelola sebagai satu kesatuan.

Daripada menunggu hingga pipa mulai mengalami kebocoran, pabrik dapat menerapkan program rutin yang mencakup:

Analisis air baku → Pengolahan air umpan → Monitoring air boiler → Chemical dosing → Optimasi blowdown → Analisis tren → Inspeksi

Pendekatan ini membantu operator mengidentifikasi perubahan kualitas air lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah korosi atau scaling yang lebih serius.

Mendukung Program Pengolahan Air Boiler Bersama LAI

Setiap pabrik kelapa sawit memiliki karakteristik air baku, kondisi boiler, dan kebutuhan operasional yang berbeda. Karena itu, program pengolahan air boiler sebaiknya disusun berdasarkan kondisi aktual sistem, bukan hanya menggunakan dosis chemical yang sama untuk setiap instalasi.

Lautan Air Indonesia (LAI) dapat mendukung kebutuhan pengolahan air industri melalui produk chemical water treatment, solusi pengolahan air, dan dukungan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Untuk pabrik kelapa sawit, dukungan tersebut dapat mencakup evaluasi kualitas air, identifikasi kebutuhan treatment, serta pengelolaan kualitas air boiler.

Tujuannya bukan sekadar menambahkan chemical, tetapi membantu menjaga kualitas air yang stabil, melindungi aset boiler, dan mendukung operasi pabrik yang lebih konsisten.

Jaga Boiler Pabrik Kelapa Sawit Tetap Terlindungi

Pencegahan korosi dimulai sebelum kebocoran pipa terjadi. Dengan mengendalikan kualitas air umpan, oksigen terlarut, pH, konsentrasi mineral, chemical treatment, dan blowdown, pabrik kelapa sawit dapat mengurangi risiko korosi dan menjaga boiler beroperasi dengan lebih andal.

Jika pabrik Anda mengalami korosi boiler, scaling, parameter air boiler yang tidak stabil, atau masalah kebocoran pipa yang berulang, LAI dapat membantu mengevaluasi kebutuhan pengolahan air dan menentukan pendekatan treatment yang sesuai dengan kondisi operasional pabrik Anda.

Hubungi kami untuk mendiskusikan kebutuhan boiler water treatment dan menemukan solusi yang sesuai untuk pabrik kelapa sawit Anda.

Referensi
  1. Rusdi, M. R. I., Bashkeran, T., & Ahmad, Z. (2022). Data Driven Technique for Palm Oil Mills Boiler Water Quality Monitoring in State of Perak Malaysia. Malaysian Journal of Fundamental and Applied Sciences, 18(2), 171-183. DOI: 10.11113/mjfas.v18n2.2242.
  2. Volara, W., & Nasution, R. S. (2021). Uji Kualitas Air Boiler pada Proses Pengolahan Kelapa Sawit di PT. X. AMINA, 3(1). DOI: 10.22373/amina.v3i1.1961.
  3. Kurniawan, M., Effendi, Z., & Purjianto. (2023). Regenerasi Kation dan Anion untuk Penurunan Mineral Air Umpan Boiler di Unit Pengolahan Air PT Bakrie Sumatera Plantations, Tbk Palm Oil Mill Kisaran. Agro Fabrica, 5(2).
  4. Assefinejad, A. H., Kermanpur, A., Eslami, A. M., & Kangazian, J. (2020). Failure investigation of water wall tubes in a drum boiler of a thermal power plant. Engineering Failure Analysis, 118, 104869.
  5. Pourabdollah, K. (2020). Fouling formation and under deposit corrosion of boiler firetubes. Journal of Environmental Chemical Engineering, 9(1), 104552. https://doi.org/10.1016/j.jece.2020.104552
  6. Khantisopon, K., Singh, S., Jitputti, J., Berndt, C. C., & Ang, A. S. M. (2024). High temperature corrosion resistant and anti-slagging coatings for boilers: a review. High Temperature Corrosion of Materials, 101(S1), 1–55. https://doi.org/10.1007/s11085-024-10251-0

Bagikan postingan ini: