{"id":6796,"date":"2026-05-05T11:24:13","date_gmt":"2026-05-05T04:24:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/?p=6796"},"modified":"2026-05-11T11:46:48","modified_gmt":"2026-05-11T04:46:48","slug":"biological-nutrient-removal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/publication\/biological-nutrient-removal\/","title":{"rendered":"Biological Nutrient Removal dalam Wastewater Treatment (Pengolahan Air Limbah)"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring dengan semakin ketatnya regulasi lingkungan dan meningkatnya tuntutan sustainability, biological nutrient removal menjadi bagian penting dalam sistem pengolahan air limbah modern. Kandungan nutrien berlebih seperti nitrogen dan fosfor dalam air limbah dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan, termasuk eutrofikasi, pertumbuhan alga berlebih, hingga penurunan kualitas air sungai dan danau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengatasi tantangan tersebut, banyak industri kini mulai menerapkan sistem biological nutrient removal pada wastewater treatment plant yang dirancang untuk menurunkan kadar nutrien secara efektif sekaligus menjaga stabilitas operasional jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas apa itu biological nutrient removal, bagaimana prosesnya bekerja, serta bagaimana pendekatan pengolahan air limbah yang tepat dapat membantu industri menjaga compliance dan meningkatkan performa operasional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Biological Nutrient Removal?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biological nutrient removal, atau sering disingkat BNR, adalah proses pengolahan air limbah yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menghilangkan nutrien, terutama nitrogen dan fosfor, sebelum air limbah dibuang ke lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sistem pengolahan air limbah konvensional, fokus utama biasanya hanya pada pengurangan polutan organik dan suspended solids. Namun, air limbah sering kali masih mengandung nutrien yang dapat berdampak buruk terhadap lingkungan jika dibuang tanpa treatment yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem biological nutrient removal menciptakan kondisi tertentu agar bakteri baik dapat secara alami mengubah atau menyerap nutrien tersebut. Proses ini banyak digunakan pada pengolahan air limbah domestik maupun industri yang harus memenuhi standar pembuangan nutrien yang semakin ketat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utama biological nutrient removal meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi kadar nitrogen dalam air limbah<\/li>\n\n\n\n<li>Menghilangkan fosfor sebelum dibuang<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan kualitas efluen<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung kepatuhan terhadap regulasi lingkungan<\/li>\n\n\n\n<li>Mencegah pencemaran pada badan air penerima<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/publication\/biological-wastewater-treatment\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Biological Wastewater Treatment: Pendekatan Efektif untuk Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Biological Nutrient Removal Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kandungan nutrien yang tinggi dalam air limbah dapat menimbulkan berbagai risiko lingkungan maupun operasional. Nitrogen dan fosfor memang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, tetapi dalam jumlah berlebih dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa masalah yang umum terjadi akibat air limbah dengan kandungan nutrien tinggi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Eutrofikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelebihan nutrien memicu pertumbuhan alga secara berlebihan di sungai, danau, maupun waduk. Kondisi ini dapat menurunkan kadar oksigen dan membahayakan kehidupan akuatik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tidak Memenuhi Regulasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak industri saat ini diwajibkan memenuhi standar pembuangan untuk total nitrogen dan total phosphorus yang semakin ketat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Risiko terhadap Reputasi Lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelolaan air limbah yang kurang optimal dapat memengaruhi citra perusahaan dan target sustainability.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tantangan Operasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa kontrol nutrien yang baik, sistem wastewater treatment dapat mengalami masalah bau, ketidakstabilan sludge, hingga penurunan efisiensi treatment.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itulah, biological nutrient removal pada wastewater treatment plant kini menjadi bagian penting dalam strategi pengolahan air limbah industri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/publication\/removing-nutrients-in-wastewater\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Menghilangkan Nutrisi dalam Air Limbah: Panduan Lengkap<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Proses Biological Nutrient Removal dalam Pengolahan Air Limbah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biological nutrient removal terdiri dari beberapa proses biologis yang saling mendukung untuk menghilangkan nitrogen dan fosfor dari air limbah. Setiap tahap menciptakan kondisi tertentu agar mikroorganisme dapat bekerja secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Proses Penghilangan Nitrogen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghilangan nitrogen umumnya berlangsung melalui dua tahap utama:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Nitrifikasi<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada proses aerobik ini, bakteri khusus mengubah amonia menjadi nitrit lalu menjadi nitrat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahapan ini membutuhkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dissolved oxygen yang cukup<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi pH yang stabil<\/li>\n\n\n\n<li>Kontrol aerasi yang tepat<\/li>\n\n\n\n<li>Aktivitas mikroorganisme yang sehat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nitrifikasi sangat penting karena amonia dalam kadar tinggi dapat bersifat toksik bagi kehidupan perairan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Denitrification<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah nitrifikasi, air limbah masuk ke zona anoksik, tempat bakteri lain mengubah nitrat menjadi gas nitrogen yang tidak berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada proses ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kadar oksigen dijaga rendah<\/li>\n\n\n\n<li>Bakteri menggunakan nitrate sebagai pengganti oksigen<\/li>\n\n\n\n<li>Gas nitrogen dilepaskan secara alami ke atmosfer<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses ini membantu menurunkan kadar total nitrogen dalam efluen secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Proses Penghilangan Fosfor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biological phosphorus removal memanfaatkan mikroorganisme yang dikenal sebagai phosphorus-accumulating organisms atau PAOs.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosesnya biasanya melibatkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kondisi anaerobic<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi aerobic<\/li>\n\n\n\n<li>Pengelolaan sludge yang terkontrol<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kondisi tersebut, mikroorganisme akan menyerap fosfor dalam jumlah lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan biologis normalnya. Fosfor kemudian dikeluarkan dari sistem melalui proses sludge wasting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dibandingkan dengan metode kimia, biological phosphorus removal dapat membantu mengurangi konsumsi kimia serta mendukung operasional yang lebih sustainable.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sistem Biological Nutrient Removal Terintegrasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desain biological nutrient removal wastewater treatment plant modern umumnya menggabungkan beberapa zona biologis dalam satu sistem treatment terintegrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Zona treatment yang umum digunakan meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Zona anaerobic<\/li>\n\n\n\n<li>Zona anoxic<\/li>\n\n\n\n<li>Zona aerobic<\/li>\n\n\n\n<li>Secondary clarifier<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konfigurasi sistem dapat berbeda tergantung pada:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Karakteristik air limbah<\/li>\n\n\n\n<li>Konsentrasi nutrien<\/li>\n\n\n\n<li>Proses industri<\/li>\n\n\n\n<li>Standar pembuangan yang harus dicapai<\/li>\n\n\n\n<li>Ketersediaan area instalasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desain sistem yang tepat membantu mengoptimalkan penghilangan nutrien sekaligus menjaga efisiensi dan stabilitas operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/publication\/aerobic-anaerobic-wastewater-treatment\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Aerobic Anaerobic Wastewater Treatment: Pengertian, Sistem, dan Perbandingannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Operasional yang Perlu Diperhatikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan biological nutrient removal tidak hanya bergantung pada desain sistem, tetapi juga pada kontrol operasional yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Manajemen Aerasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aerasi harus dikontrol dengan baik untuk menjaga kadar oksigen sesuai kebutuhan proses nitrifikasi dan denitrifikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sludge Retention Time<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mikroorganisme yang berperan dalam penghilangan nutrien membutuhkan kondisi sludge age yang stabil agar dapat bekerja optimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ketersediaan Carbon Source<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bakteri denitrifikasi membutuhkan sumber karbon yang cukup untuk menjalankan proses secara efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemantauan dan Otomatisasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Monitoring secara real time membantu operator menjaga stabilitas proses sekaligus mengoptimalkan performa nutrient removal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Variasi Karakteristik Influent<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik air limbah industri dapat berubah tergantung aktivitas produksi sehingga sistem treatment perlu memiliki fleksibilitas yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa monitoring dan kontrol operasional yang tepat, efisiensi nutrient removal dapat menurun secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mendukung Operasional Wastewater Treatment yang Lebih Optimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Implementasi biological nutrient removal membutuhkan lebih dari sekadar penambahan treatment tank. Industri juga memerlukan dukungan operasional yang andal, chemical treatment yang tepat, sistem monitoring, serta strategi optimasi proses yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai integrated water treatment solutions provider, Lautan Air Indonesia mendukung berbagai industri dalam mengembangkan solusi wastewater treatment yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan standar lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">LAI menyediakan dukungan dalam berbagai aspek pengolahan air limbah, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Solusi sistem wastewater treatment<\/li>\n\n\n\n<li>Water treatment chemicals<\/li>\n\n\n\n<li>Technical consultation<\/li>\n\n\n\n<li>Process optimization<\/li>\n\n\n\n<li>Monitoring dan operational support<\/li>\n\n\n\n<li>Laboratory dan analytical services<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kombinasi technical expertise dan pemahaman operasional, LAI membantu industri meningkatkan performa treatment sekaligus mendukung compliance dan sustainability goals.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biological nutrient removal memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas air limbah sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Dengan menghilangkan nitrogen dan fosfor melalui proses biologis yang terkontrol, industri dapat mencapai compliance yang lebih baik, menjaga stabilitas operasional, dan mendukung praktik pengelolaan air limbah yang lebih sustainable.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berkembangnya standar lingkungan, investasi pada sistem biological nutrient removal untuk wastewater treatment plant menjadi semakin penting bagi keberlangsungan operasional jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika fasilitas Anda ingin meningkatkan performa nutrient removal atau mengoptimalkan operasional wastewater treatment, Lautan Air Indonesia siap membantu menyediakan solusi yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan treatment Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/contact-us\/\" target=\"_blank\" data-type=\"page\" data-id=\"1567\" rel=\"noreferrer noopener\">Hubungi LAI<\/a> hari ini untuk membahas tantangan pengolahan air limbah Anda dan temukan solusi yang tepat untuk fasilitas Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>As industries face stricter environmental regulations and growing sustainability demands, biological nutrient removal has become an essential part of modern wastewater treatment systems. Excess nutrients such as nitrogen and phosphorus in wastewater can lead to serious environmental problems, including eutrophication, algae blooms, and declining water quality in rivers and lakes. To address these challenges, many facilities are now implementing biological nutrient removal wastewater treatment plant systems that are designed to reduce nutrient levels efficiently while supporting long-term operational stability. This article discusses what biological nutrient removal is, how the process works, and how the right wastewater treatment approach can help industries maintain compliance and improve operational performance. What Is Biological Nutrient Removal? Biological nutrient removal, often abbreviated as BNR, is a wastewater treatment process that uses microorganisms to remove nutrients, primarily nitrogen and phosphorus, from wastewater before discharge. In conventional wastewater treatment, the main focus is usually on reducing organic pollutants and suspended solids. However, wastewater often still contains nutrients that can negatively impact the environment if released untreated. A biological nutrient removal system introduces specific treatment conditions that encourage beneficial bacteria to naturally convert or absorb these nutrients. The process is widely used in municipal and industrial wastewater treatment applications where nutrient discharge standards are becoming increasingly strict. The primary objectives of biological nutrient removal include: Baca Juga: Biological Wastewater Treatment: An Effective Approach for Sustainable Water Management Why Biological Nutrient Removal Matters High nutrient concentrations in wastewater can create major environmental and operational risks. Nitrogen and phosphorus are essential nutrients for plant growth, but excessive amounts in natural water bodies can disrupt aquatic ecosystems. Common problems caused by nutrient-rich wastewater include: 1. Eutrophication Excess nutrients stimulate rapid algae growth in rivers, lakes, and reservoirs. This can reduce oxygen levels and harm aquatic life. 2. Regulatory Non-Compliance Many industries are now required to meet tighter wastewater discharge standards for total nitrogen and total phosphorus. 3. Environmental Reputation Risks Poor wastewater management can affect public perception and sustainability commitments. 4. Increased Operational Challenges Without proper nutrient control, wastewater systems may experience odor issues, sludge instability, and reduced treatment efficiency. For these reasons, biological nutrient removal wastewater treatment plant systems are increasingly becoming a key part of industrial wastewater strategies. Read Also: Removing Nutrients in Wastewater: A Complete Guide Processes for Biological Nutrient Removal in Wastewater Treatment Biological nutrient removal involves several biological processes that work together to remove nitrogen and phosphorus from wastewater. Each stage creates specific conditions that allow different groups of microorganisms to perform effectively. Nitrogen Removal Process Nitrogen removal generally occurs through two main biological stages: 1. Nitrification In this aerobic process, specialized bacteria convert ammonia into nitrite and then into nitrate. This stage requires: Nitrification is critical because ammonia can be toxic to aquatic life when discharged at high concentrations. 2. Denitrification After nitrification, wastewater enters an anoxic zone where different bacteria convert nitrate into harmless nitrogen gas. During this process: This process significantly reduces total nitrogen levels in treated wastewater. Phosphorus Removal Process Biological phosphorus removal relies on phosphorus-accumulating organisms, commonly known as PAOs. The process usually includes: Under these conditions, microorganisms absorb phosphorus at levels higher than their normal biological needs. The phosphorus is then removed from the system through sludge wasting. Compared to chemical phosphorus removal, biological methods can help reduce chemical consumption and support more sustainable operations. Integrated Biological Nutrient Removal Systems Modern biological nutrient removal wastewater treatment plant designs often combine multiple biological zones into a single integrated treatment process. Typical treatment zones include: The configuration may vary depending on: A properly designed system helps optimize nutrient removal while maintaining operational efficiency and stable plant performance. Read Also: Aerobic Anaerobic Wastewater Treatment: Definition, Systems, and Comparison Key Operational Considerations Successful biological nutrient removal depends not only on process design but also on proper operational control. Important factors include: Aeration Management Aeration must be carefully controlled to maintain the right oxygen levels for nitrification and denitrification. Sludge Retention Time Microorganisms responsible for nutrient removal require stable sludge age conditions to remain effective. Carbon Source Availability Denitrification bacteria require sufficient carbon sources to perform properly. Monitoring and Automation Real-time monitoring helps operators maintain process stability and optimize nutrient removal performance. Influent Variability Industrial wastewater characteristics may fluctuate depending on production activities, making system flexibility important. Without proper monitoring and operational control, nutrient removal efficiency can decrease significantly. Supporting Efficient Wastewater Treatment Operations Implementing biological nutrient removal requires more than simply adding treatment tanks. Facilities also need reliable operational support, appropriate treatment chemicals, monitoring systems, and process optimization strategies. As an integrated water treatment solutions provider, Lautan Air Indonesia supports industries in developing wastewater treatment solutions that align with operational requirements and environmental standards. LAI provides support across various aspects of wastewater treatment, including: By combining technical expertise with operational understanding, LAI helps industries improve treatment performance while supporting compliance and sustainability goals. Conclusion Biological nutrient removal plays a critical role in improving wastewater quality and reducing environmental impact. By removing nitrogen and phosphorus through controlled biological processes, industries can achieve better compliance, improve operational stability, and support sustainable wastewater management practices. As environmental standards continue to evolve, investing in effective biological nutrient removal wastewater treatment plant systems becomes increasingly important for long-term operational success. If your facility is looking to improve nutrient removal performance or optimize wastewater treatment operations, Lautan Air Indonesia can help provide practical and reliable solutions tailored to your treatment needs. Contact LAI today to discuss your wastewater treatment challenges and discover the right solution for your facility.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":6797,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"class_list":["post-6796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-publication"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lautanairindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}