Cara Pemeliharaan Preventif Membantu Mengurangi Konsumsi Bahan Kimia dalam Pengolahan Air

reduce chemical consumption water treatment

Di setiap instalasi pengolahan air industri maupun komunal, salah satu tujuan operasional utama adalah mengurangi konsumsi bahan kimia dalam proses pengolahan air tanpa menurunkan kualitas hasil akhir. Banyak pihak berfokus pada optimasi sistem dosing kimia atau pemilihan jenis koagulan dan polimer yang tepat, namun ada satu faktor penting yang sering diabaikan: pemeliharaan (maintenance). 

Peralatan dan sistem yang kurang terawat dapat menyebabkan inefisiensi penggunaan bahan kimia, pemborosan yang tidak perlu, serta peningkatan biaya operasional. Sebaliknya, penerapan preventive maintenance yang efektif tidak hanya menjaga keandalan instalasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan bahan kimia dan kinerja proses pengolahan air secara keseluruhan.

Dampak Kurangnya Maintenance terhadap Pemborosan Koagulan atau Polimer

Proses pengolahan air sangat bergantung pada ketepatan dosis bahan kimia untuk mencapai hasil yang diinginkan, baik itu pada tahap koagulasi, flokulasi, desinfeksi, maupun penyesuaian pH. Namun, ketika sistem mekanik dan instrumen yang mengatur proses ini tidak dirawat dengan baik, berbagai bentuk inefisiensi dapat terjadi.

1. Sistem Dosing yang Tidak Akurat

Pompa dosing, flow meter, dan katup kontrol berperan penting dalam memastikan pengaliran bahan kimia yang tepat. Seiring waktu, komponen ini dapat mengalami keausan, penyumbatan, atau pergeseran kalibrasi. Akibatnya, dosis bahan kimia bisa berlebih atau kurang, menyebabkan hasil koagulasi yang buruk serta peningkatan konsumsi bahan kimia. Bahkan kesalahan kecil dalam kalibrasi dapat menimbulkan pemborosan signifikan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Peran Pompa Dosis dalam Sistem Pengolahan Air

2. Pipa dan Mixer yang Tersumbat atau Kotor

Tanpa pembersihan dan inspeksi rutin, endapan kerak, lumpur, atau biofilm dapat terbentuk di jalur pipa dan mixer bahan kimia. Penumpukan ini mengurangi kestabilan aliran dan efisiensi pencampuran, memaksa operator menambah dosis kimia untuk mempertahankan nilai kekeruhan (turbidity) atau TSS yang diinginkan. Pencampuran yang tidak optimal juga membuat koagulan atau polimer tidak bereaksi sempurna dengan partikel tersuspensi, sehingga dibutuhkan bahan kimia lebih banyak untuk hasil yang sama.

3. Sensor Bermasalah dan Data yang Tidak Akurat

Dalam sistem pengolahan air modern, sensor seperti turbidity meter, pH probe, atau pengontrol koagulan online berperan penting menjaga kestabilan proses. Namun, bila alat ini tidak dikalibrasi atau dibersihkan secara rutin, hasil pembacaannya bisa menyesatkan. Misalnya, sensor turbidity yang kotor dapat menunjukkan nilai TSS tinggi padahal kualitas air sebenarnya stabil, sehingga operator menambah dosis bahan kimia secara tidak perlu.

4. Efisiensi Peralatan yang Menurun

Unit klarifier, filter, dan tangki sedimentasi membutuhkan aliran hidraulik yang optimal. Bila sistem pembuangan lumpur atau proses backwash filter tidak berfungsi baik, penumpukan padatan akan meningkat dan menurunkan efisiensi. Kondisi ini membuat kebutuhan bahan kimia meningkat untuk mempertahankan kualitas air yang sama.

Peran Preventive Maintenance terhadap Efisiensi Penggunaan Bahan Kimia

Pemeliharaan preventif bukan hanya bertujuan menghindari downtime atau biaya perbaikan tinggi, tetapi juga menjadi strategi untuk mengurangi konsumsi bahan kimia dalam pengolahan udara dengan meningkatkan presisi dan konsistensi proses. Melalui pemeriksaan rutin, kalibrasi, dan optimasi sistem, pemeliharaan preventif memastikan setiap tetes bahan kimia yang ditambahkan berfungsi secara maksimal dalam proses pemurnian udara.

1. Kalibrasi dan Optimasi Sistem Dosis 

Kalibrasi rutin pada pompa dosing dan flow meter memastikan dosis bahan kimia diberikan secara akurat sesuai kondisi udara aktual. Dengan memastikan setiap komponen bekerja dalam toleransi yang tepat, operator dapat menghindari risiko overdosing maupun underdosing. Jadwal pemeliharaan yang mencakup kalibrasi sistem dosing kimia akan menghasilkan penghematan bahan kimia yang terukur dan stabilitas proses yang lebih baik.

Baca Juga: Masalah Umum Pompa Dosing dalam Sistem Pengolahan Air dan Cara Mengatasinya

2. Pembersihan dan Pembilasan Jalur Secara Berkala

Pembersihan dan pembilasan pada pipa, mixer, dan tangki bahan kimia mencegah terjadinya pengendapan dan penyumbatan. Langkah ini menjaga aliran tetap lancar dan memadukan bahan kimia lebih efisien, memperpanjang umur peralatan serta mengurangi potensi downtime tak terencana.

3. Kalibrasi Sensor Secara Terjadwal

Instrumen pemantauan kualitas udara sangat penting untuk mengontrol proses. Pemeliharaan preventif harus mencakup kalibrasi dan verifikasi berkala untuk sensor seperti turbidity meter, pH probe, sensor konduktivitas, dan flow meter. Dengan menjaga akurasi data, operator dapat menyesuaikan dosis dengan tepat, meminimalkan pemborosan bahan kimia, dan mengoptimalkan hasil pengolahan.

4. Inspeksi Mekanik dan Struktural

Pemeriksaan rutin terhadap klarifier, pipa, tangki, dan sistem filtrasi memastikan semua komponen mekanis berfungsi dengan baik. Pencegahan kebocoran, korosi, atau kerusakan struktural membantu menghindari inefisiensi yang dapat meningkatkan penggunaan bahan kimia. Misalnya, lapisan lumpur yang tidak merata pada klarifier dapat mengganggu proses pemisahan padatan-cairan, sehingga membutuhkan lebih banyak koagulan.

5. Maintenance Prediktif Berbasis Data

Fasilitas pengolahan air modern kini semakin banyak mengadopsi maintenance prediktif dengan pemantauan data real-time dan analisis kinerja. Dengan mendeteksi tanda-tanda awal penurunan kinerja seperti penurunan aliran atau anomali energi, sistem ini dapat mencegah kerusakan sebelum memengaruhi efisiensi dosis bahan kimia. Integrasi dengan sistem SCADA atau pemantauan berbasis IoT memungkinkan operator merespons secara proaktif untuk mengoptimalkan kinerja mekanik dan kimia secara bersamaan.

Baca Juga: Cara Online Monitoring Meningkatkan Kinerja Pengolahan Air

Solusi Terpadu Pengolahan Air bersama Lautan Air Indonesia

Mencapai pengurangan konsumsi bahan kimia yang signifikan membutuhkan strategi terpadu yang lebih dari sekadar produk berkualitas tinggi. Industri harus menggabungkan pemeliharaan preventif, optimalisasi sistem, dan dukungan teknis ahli. Lautan Air Indonesia menyediakan solusi lengkap ini, memastikan instalasi pengolahan air beroperasi secara efisien dan memaksimalkan kinerja bahan kimia.

Layanan Operasi & Pemeliharaan (O&M) kami memastikan bahwa setiap komponen, mulai dari pompa dosis hingga clarifier, beroperasi dalam kondisi ideal. Melalui perawatan rutin, kalibrasi, dan audit kinerja, kami membantu fasilitas meminimalkan limbah kimia dan menjaga kualitas pengolahan yang konsisten. Dengan program optimalisasi bahan kimia kami, kami menggabungkan koagulan dan polimer yang andal dengan kontrol proses yang presisi, memungkinkan teknisi lapangan kami untuk menyesuaikan dosis berdasarkan kekeruhan, pH, TSS, dan beban organik untuk efisiensi maksimum.

Kami juga mengintegrasikan pengontrol dan sistem pemantauan berbasis IoT yang memungkinkan pelacakan kinerja dosis dan parameter kualitas air secara real-time. Deteksi dini penyimpangan proses memungkinkan tindakan korektif yang cepat, mencegah overdosis dan mengurangi penggunaan bahan kimia secara keseluruhan. Pendekatan komprehensif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperpanjang umur peralatan dan meningkatkan keandalan pengolahan air.

Optimalkan kinerja pengolahan air Anda dengan bermitra dengan Lautan Air Indonesia, ahli tepercaya Anda dalam pengelolaan air dan air limbah yang efektif. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.

Bagikan postingan ini: