Minyak dan Lemak dalam POME: Mengapa Perlu Dipisahkan Sebelum Pengolahan Biologis?

oil and grease removal POME

Oil and grease removal POME merupakan salah satu aspek penting dalam pengolahan air limbah pabrik kelapa sawit. Palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair pabrik kelapa sawit mengandung bahan organik, padatan tersuspensi, serta sisa minyak yang dapat memengaruhi kinerja pengolahan lanjutan jika tidak ditangani dengan baik. Meskipun proses biologis berperan penting dalam pengolahan POME, karakteristik air limbah yang masuk ke tahap ini turut menentukan kinerja keseluruhan sistem.

Pemisahan minyak dan lemak yang masih dapat dipulihkan sebelum pengolahan biologis dapat membantu mengurangi beban pencemar, menjaga kestabilan proses, dan mendukung pengelolaan air limbah yang lebih efisien. Tujuannya bukan untuk menghilangkan seluruh fraksi minyak pada tahap awal, melainkan memisahkan minyak yang masih dapat dipulihkan dan menangani sisa air limbah sesuai karakteristik serta kebutuhan pengolahannya.

Mengapa Sisa Minyak dan Lemak Perlu Diperhatikan dalam POME?

POME dihasilkan dari berbagai proses pengolahan kelapa sawit, termasuk sterilisasi, klarifikasi, dan ekstraksi minyak. Karakteristik limbah ini dapat berbeda-beda, bergantung pada proses produksi, kondisi operasional, dan efektivitas pemulihan minyak.

Sisa minyak dan lemak dalam air limbah dapat berbentuk minyak bebas, tetesan minyak yang terdispersi, atau minyak yang teremulsi. Setiap bentuk memiliki karakteristik pemisahan yang berbeda. Minyak bebas umumnya dapat dipisahkan melalui proses gravitasi, sedangkan tetesan berukuran lebih kecil dan emulsi yang stabil mungkin memerlukan pengolahan fisikokimia tambahan.

Sebuah artikel tinjauan yang diterbitkan dalam Bioresource Technology Bioresource Technology pada 2022 menyoroti pentingnya pengolahan awal untuk menangani berbagai pencemar dalam POME, termasuk minyak dan lemak, sebelum memasuki tahap pengolahan berikutnya. Artikel tersebut juga membahas keterbatasan metode pengolahan awal yang tersedia serta perlunya peningkatan efisiensi proses. 

Ketika sisa minyak terbawa ke tahap pengolahan berikutnya, beberapa kendala operasional dapat muncul:

  • Beban organik tambahan: Minyak dan lemak berkontribusi terhadap kandungan bahan organik dalam air limbah, yang umumnya dinilai melalui parameter kebutuhan oksigen kimia (COD) dan kebutuhan oksigen biologis (BOD).
  • Potensi gangguan pada proses biologis: Konsentrasi minyak dan lemak yang tinggi dapat memengaruhi kontak antara mikroorganisme dan komponen air limbah. Bergantung pada karakteristik minyak dan desain reaktor, akumulasi lemak dan minyak juga dapat menyebabkan penyumbatan atau gangguan operasional.
  • Akumulasi padatan dan kebutuhan pemeliharaan: Minyak dapat bercampur dengan padatan tersuspensi dan material lainnya, sehingga membentuk endapan yang perlu dipantau dan dibersihkan.
  • Kinerja pengolahan yang tidak konsisten: Perubahan jumlah dan bentuk fisik minyak yang tersisa dapat memengaruhi konsistensi karakteristik air limbah yang masuk ke unit pengolahan berikutnya.

Dampak tersebut bergantung pada komposisi air limbah, konsentrasi minyak, dan konfigurasi sistem pengolahan. Namun, hal ini menunjukkan mengapa pemisahan minyak perlu menjadi bagian dari perencanaan dan pengoperasian sistem pengolahan POME.

Baca Juga: Apa Itu POME dan Mengapa Perlu Diolah?

Bagaimana Pemisahan Minyak dan Lemak Mendukung Pengolahan Biologis?

Pengolahan biologis memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik yang dapat terdegradasi dalam air limbah. Bergantung pada konfigurasi sistemnya, pengolahan POME dapat menggunakan proses anaerob, aerob, atau kombinasi keduanya.

Proses tersebut dapat menurunkan kandungan pencemar organik secara efektif. Namun, kinerjanya bergantung pada karakteristik air limbah yang masuk dan kondisi operasional. Beban minyak yang berlebihan atau berfluktuasi dapat menimbulkan tantangan tambahan, sehingga pengolahan awal yang tepat perlu dipertimbangkan.

1. Pisahkan Minyak Bebas Sebelum Masuk ke Sistem Pengolahan

Langkah pertama adalah mengidentifikasi peluang untuk memisahkan minyak yang masih terbawa dalam air limbah. Pemisahan gravitasi dan penggunaan tangki pemisah minyak dapat membantu mengurangi minyak bebas apabila waktu pemisahan dan kondisi operasionalnya memadai.

Pendekatan ini memberikan dua manfaat praktis, yaitu mengurangi kehilangan minyak yang masih dapat dipulihkan bersama air limbah dan membatasi jumlah minyak yang terbawa ke tahap pengolahan berikutnya.

Namun, pemisahan gravitasi memiliki keterbatasan. Tetesan minyak berukuran kecil dan minyak yang teremulsi mungkin masih tertinggal dalam air. Oleh karena itu, kinerja separator perlu dievaluasi berdasarkan karakteristik air limbah aktual, bukan dengan asumsi bahwa seluruh minyak dan lemak dapat dihilangkan.

2. Gunakan Tahap Pemisahan Tambahan Jika Diperlukan

Jika minyak masih tersisa setelah pemisahan awal, pengolahan tambahan mungkin diperlukan. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan meliputi koagulasi-flokulasi, dissolved air flotation (DAF), atau teknologi pemisahan lain yang sesuai.

Pemilihan metode bergantung pada sejumlah faktor, seperti ukuran tetesan minyak, kestabilan emulsi, kandungan padatan tersuspensi, debit air limbah, dan tingkat penyisihan yang dibutuhkan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Desalination and Water Treatment pada 2017 mengevaluasi metode pengolahan awal secara mekanis untuk POME sebelum produksi biogas. Penelitian tersebut melaporkan peningkatan penyisihan minyak menggunakan filtrasi koaleser dan dissolved air flotation, yang menunjukkan potensi manfaat pengolahan awal sebelum proses biologis. 

Temuan tersebut perlu dipahami sesuai kondisi penelitian yang dilakukan. Kinerja aktual dan biaya operasional tetap perlu ditentukan melalui karakterisasi air limbah dan, jika diperlukan, pengujian kemampuan pengolahan (treatability testing).

3. Jaga Kinerja Unit Pengolahan Biologis di Tahap Berikutnya

Setelah pemisahan minyak, sisa air limbah dapat dialirkan ke proses biologis sesuai konfigurasi sistem yang digunakan.

Pemantauan kualitas air limbah setelah pengolahan awal membantu operator menentukan apakah beban minyak telah berkurang secara memadai atau masih diperlukan pengolahan tambahan. Parameter yang relevan antara lain minyak dan lemak, COD, BOD, total padatan tersuspensi (TSS), pH, dan debit air limbah.

Tujuannya adalah mengendalikan beban yang masuk ke tahap biologis, bukan sekadar mencapai persentase penyisihan minyak setinggi mungkin tanpa mempertimbangkan faktor lain. Pengolahan awal perlu mendukung tujuan keseluruhan sistem dengan tetap memperhatikan efektivitas penyisihan, konsumsi bahan kimia, penggunaan energi, pembentukan lumpur, dan kebutuhan pemeliharaan.

Merancang Strategi Pemisahan Minyak dan Lemak yang Efektif untuk POME

Strategi oil and grease removal POME yang tepat dimulai dengan memahami karakteristik air limbah, bukan langsung memilih peralatan berdasarkan satu parameter saja.

Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan pendekatan pengolahan:

  • Karakterisasi air limbah. Identifikasi konsentrasi minyak dan lemak, COD, BOD, TSS, pH, serta variasi debit. Tentukan apakah minyak terutama berbentuk minyak bebas, minyak terdispersi, atau minyak teremulsi.
  • Kebutuhan pemisahan. Evaluasi apakah pemisahan gravitasi sudah memadai atau diperlukan pengolahan tambahan untuk mencapai kualitas air limbah yang sesuai sebelum memasuki tahap biologis.
  • Integrasi dengan fasilitas yang sudah ada. Tinjau ketersediaan lahan, kapasitas hidraulis, kinerja sistem pengolahan saat ini, serta kemungkinan modifikasi peralatan yang telah terpasang.
  • Pemantauan operasional. Tentukan titik pengambilan sampel sebelum dan sesudah pengolahan awal untuk mengevaluasi efisiensi penyisihan dan mengidentifikasi perubahan karakteristik air limbah.
  • Kinerja pengolahan lanjutan. Evaluasi apakah tahap pengolahan awal membantu menstabilkan proses biologis, mengendalikan biaya operasional, dan menjaga konsistensi kualitas efluen akhir.

Sebuah jurnal tahun 2021 Processes membahas berbagai teknologi pengolahan POME, termasuk proses biologis, fisikokimia, membran, dan metode lainnya. Temuannya memperkuat pentingnya mempertimbangkan keseluruhan rangkaian pengolahan, karena setiap teknologi memiliki kemampuan dan keterbatasan yang berbeda.

Baca Juga: Penghilangan TSS dalam Pengolahan Air Limbah Kelapa Sawit: Pendekatan Praktis untuk Meningkatkan Kualitas Efluen

Mendukung Pengolahan POME dengan Keahlian Pengolahan Air LAI

Setiap pabrik kelapa sawit memiliki karakteristik air limbah, kendala operasional, dan target pengolahan yang berbeda. Karena itu, pemilihan metode pemisahan minyak dan lemak perlu mempertimbangkan kebutuhan pada tahap pengolahan awal sekaligus dampaknya terhadap proses berikutnya.

Lautan Air Indonesia (LAI) memiliki keahlian dalam pengolahan air melalui penyediaan bahan kimia pengolahan air, layanan engineering, serta dukungan operasional. Bergantung pada karakteristik air limbah dan kebutuhan proyek, LAI dapat mendukung evaluasi kebutuhan pengolahan, pemilihan pendekatan yang sesuai, serta integrasi pengolahan awal dengan proses pengolahan air limbah lanjutan.

Untuk aplikasi POME, hal ini dapat mencakup evaluasi kebutuhan pemisahan minyak, penilaian apakah pengolahan berbantuan bahan kimia perlu dikaji lebih lanjut, serta pemantauan parameter operasional untuk mendukung kinerja sistem yang konsisten. Rekomendasi pengolahan sebaiknya didasarkan pada analisis air limbah, kebutuhan proses, dan target kinerja keseluruhan sistem.

Ingin meningkatkan kinerja pengolahan POME di fasilitas Anda? Hubungi Lautan Air Indonesia untuk mendiskusikan karakteristik air limbah dan mengeksplorasi pendekatan yang sesuai untuk pengolahan awal serta integrasi dengan proses pengolahan lanjutan.

Referensi
  1. Ratnasari, A., Syafiuddin, A., Boopathy, R., Malik, S., Mehmood, M. A., Amalia, R., Prastyo, D. D., & Zaidi, N. S. (2021). Advances in pretreatment technology for handling the palm oil mill effluent: Challenges and prospects. Bioresource Technology, 344(Pt B), 126239. 
  2. Yaeed, S., Suksaroj, T. T., & Suksaroj, C. (2017). Mechanical pretreatment processes for enhancement of biogas production from palm oil mill effluent (POME). Desalination and Water Treatment, 67, 133–139. 
  3. Mohammad, S., Baidurah, S., Kobayashi, T., Ismail, N., & Leh, C. P. (2021). Palm Oil Mill Effluent Treatment Processes—A Review. Processes, 9(5), 739. 
  4. Manikandan, S. K., Hasnain, M., Zainab, R., Ridouane, F. L., Moalla, A. A., Sheteiwy, M., Abideen, Z., & El-Keblawy, A. (2026). Treating palm oil mill effluent (POME): Opportunities, challenges, and sustainable practices. Environmental Technology & Innovation, 42, 104857.

Bagikan postingan ini: